PERUBAHAN NILAI ESTIMASI CADANGAN BATUBARA TERHADAP PERUBAHAN MODEL ENDAPAN

 



PERUBAHAN NILAI ESTIMASI CADANGAN BATUBARA TERHADAP PERUBAHAN MODEL ENDAPAN:

STUDI KASUS PIT MERANTI DI DESA KATANJUNG,  KAPUAS HULU, KALIMANTAN TENGAH

 

Agus Sabar Sabdono

agus.sabdono94@yahoo.com

Mahasiswa PSPPI ITB Semester 1 Tahun 2025/2026

Sub-Program Studi Teknik Geologi

 

Abstrak

Pit Meranti merupakan pit tambang terbuka di PT.Sembilan Tiga Perdana dan merupakan pit pertama yang dibuka pada tahun 2022. Kondisi geologi di kawasan Pit Meranti menjadi sangat kompleks dengan keterdapatan beberapa zona sesar besar dan adanya intrusi yang tidak  terdeteksi dari data hasil pengeboran eksplorasi awal. Pit Meranti berada di lokasi APL (Area Penggunaan Lain) berdasarkan aturan penggunaan  Area Kawasan Hutan Republik Indonesia. Pit Meranti dibuka di area lahan seluas 32,4 Ha dengan estimasi total cadangan sebanyak 599.783 Mton dari model geologi awal.

Seiring berjalannya proses penambangan, banyak terdapat penemuan baru, seperti batubara yang tidak menerus, hilang di bagian tertentu dan mengalami pergeseran. Maka dari itu model geologi awal sudah tidak sesuai dan diperlukan pembaharuan. Dengan demikian nilai cadangan terbukti akan lebih akurat dan recovery penambangan dapat mendekati kondisi sebenarnya di lapangan. Data yang digunakan untuk melakukan update model geologi meliputi: data singkapan, sesar, pengeboran, channel sampling, roof-floor survey, dan data luasan area yang terpengaruhi intrusi. Semua data tersebut ditambahkan dalam pembuatan model geologi, sehingga menghasilkan posisi seam batubara yang lebih baik dan nilai cadangan yang lebih akurat. Dengan nilai kalori batubara di Pit Meranti sebesar 4600-7000 Kcal/kg Cvar, setelah updating model geologi, nilai total cadangan batubara (terbukti) adalah sebesar 509.101 Mton. Nilai ini turun dari nilai cadangan terbukti berdasarkan model geologi lama (yaitu 599.783 Mton). 

Kata kunci : Pit Meranti, model geologi, cadangan terduga, cadangan terbukti.


Komentar

Postingan Populer