Foto Zona Intrusi (Formasi G.Api Malasan)
Model geologi dibuat sebagai acuan dalam penambangan. Secara teknis, model geologi digunakan untuk membuat rencana penambangan dan menentukan seberapa besar nilai cadangan mineral ekonomis atau dalam hal ini adalah batubara. Namun, terkadang realita model geologinya, menjadi tidak relevan ketika penambangan sudah berjalan.
Hal ini bisa disebabkan oleh minimnya data pada waktu pembuatan model geologi atau terdapat area kritis yang tidak tercakup oleh titik bor. Dalam batubara khususnya, pengaruh intrusi dan struktur patahan sering menimbulkan kerancuan model, sehingga diperlukan pengupdate-an kembali model sebelumnya.
Adapun data-data yang dibutuhkan meliputi :
-Data bor tambahan
-Data roof/floor survey
-Data Pit Mapping :
a.litologi
b.struktur
Data tersebut kemudian diinput kembali sebagai tambahan dalam data litologi (data bor tambahan,litologi/seam pit mapping), begitu pula dengan data survei roof dan floor ke dalam tab survei di bagian skema jika menggunakan software Minescape. Setelah semua data selesai diinput, kemudian tinggal dilakukan generate build table dan build grid kembali. Barulah setelah model baru keluar, dilakukan pengecekan kembali dengan membuat sayatan melintang dan membujur sepanjang model serta melakukan rekonsiliasi ulang antara inventori aktual dengan inventori hasil dari perhitungan model baru.

Komentar
Posting Komentar