5 PRINSIP HIDUP

 1. LEBIH BAIK KENA MARAH DARIPADA TIDAK MENCOBA

    - studi kasus, keseharian kita yang sering terjadi di kota jakarta :

        setiap orang pasti pernah berbelanja ke toko indomaret atau alfarmart, terkadang kita kesana tidak sendirian,terkadang bersama keluarga kita, menggunakan sepeda motor misalnya. nah terkadang salah satu dari kita tidak turun dari motor dan menunggui keuarga kita berbelanja di dalam. 

sudah pasti namanya orang belanja di toko, pastilah dari pihak toko sudah mempersiapkan lahan untuk tempat parkir kan. nah yang terjadi disini ketika kita mau pulang, ada tukang parkir yang merasa kita harus membayar parkir, padahal kendaraan selama disana kan bersama kita, kita juga yang menjaga dan mengawasinya, toh juga tidak turun dari kendaraan.

ini yang mau saya tegaskan, lebih baik kita beradu argumen terlebih dahulu dengan petugas parkir selama kita merasa benar dan ada dasar yang kita pegang, jangan langsung dengan memberikan uang parkir kepadanya, apalagi dengan alasan takut nanti kena omelan tukang parkirnya.

lebih baik kita ambil peluang fiktif-fiktif > antara kena omelan dan bayar tapi puas, atau langsung bayar tidak kena omelan tapi mangkel. menurutku lebihbaik kena omelan dan bayar tapi puas daripada mengesampingkan ego kita yang terpaksa diringkus oleh hal yang seharusnya memang benar.

2. GUNAKAN UANGMU UNTUK PENGALAMAN HIDUP

    -Studi kasus, ketika kita pelit terhadap diri sendiri tekait apa yang jasmani dan rohani kita perlukan, itu sebuah kesalahan besar.

    pergilah ketempat-tempat yang belom pernah kamu kunjungi, pergunakanlah sebagian uangmu untuk mengeksplor keindahan dan keunikan tempat-tempat yang belom pernah kamu ada disana untuk mendapatkan pengalaman. pengalaman akan abadi didalam hatimu,sedangkan uang akan tetap habis untuk hal-hal yang terkadang tidak begitu penting. selagi kita masih diberikan kesempatan untuk berwisata maka berwisatalah dengan bahagia.

3. RATUKAN ORANG TUAMU MAKA HIDUPMU AKAN DIMUDAHKAN

    - ini yang sering menjadi masalah dan pertentangan ketika sudah berumah tangga, saya pernah membaca kutipan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak Sugianto Sabran dalam surat kabar Kalteng Pos,dimana belia selalu berusaha memuliakan orang tuanya, tak disangka rejeki semakin berlimpah. meskipun kita sudah berkeluarga, jangan pernah lupakan orang tua, karena mereka semakin renta, kemampuan fisiknya sudah tidak seperti saat kita masih remaja, maka sebisa mungkin usahakan apa yang orang tua inginkan terlepas untuk keperluaanya ataupu yang mereka inginkan terhadap kita, tanpa mengesampingkan adab.

4. GEN Z ATAUPUN MILLENIAL, MENTAL TETAPLAH BABBY BOOMERS

    -banyak beredar , bahwasanya gen Z memiliki kecenderungan untuk bekerja sesuai dengan keinginan mereka dan tidak tahan akan kritik, pressure pekerjaan, tidak tahan akan ketidaknyamanan. dilain sisi generasi babby boomer menganggap kritik, pressure pekerjaan, ketidaknyamanan adalah hal yang lumrah dalam bekerja, yang penting gaji kita rutin dibayarkan.

tidak ada pekerjaan yang nyaman, yang ada adalah kemampuan kita untuk bodo amat dengan kondisi dan tetap bekerja sesuai dengan jobdesk atau membiasakan ketidaknyamanan itu dalam pekerjaan, karena ketidaknyamanan tidak akan berlangsung selamanya juga, akan ada saat dimana ketidaknyamanan menjadi hal yang masih bisa ditolelir asalkan kita dibayar dengan baik.

5. LAKUKAN APA YANG INTUISIMU KATAKAN, INI BAGUS, BAIK, PELUANG DAN PERLU DILAKUKAN

    -setiap orang punya intuisi, hanya saja ada yang kuat dan lemah, kuat karena sering diasah dan kemampuan intuisi ini membawa kepada kebaikan orang yang mengamininya, sedangkan intuisi yang lemah karena sering dikalahkan oleh logika dan kondisi lingkungan. ikutilah intuisi atau kata hatimu untuk hal-hal yang tidak bisa pakai logika, untuk hal-hal yang masih fiktif-fiktif.


*disclaimer berdasarkan pengalaman pribadi, setiap orang mungkin punya pandangan yang berbeda untuk kasus yang sama, orang bijak tidak menyalahkan argumen orang lain namun juga tidak melemahkan argumen sendiri

Komentar

Postingan Populer