Langsung ke konten utama

TIPE ENDAPAN EMAS

 

TIPE-TIPE ENDAPAN EMAS

Berdasarkan genesa atau proses terbentuknya:

1.     ENDAPAN EMAS PRIMER

Endapan emas primer adalah  deposit atau manifestasi emas akibat dari proses magmatisme. Proses magmatisme ini menghasilkan konsentrasi kejenuhan magma yang bercampur dengan batuan dinding pada penurunan suhu tertentu sehingga manghasilkan mineral-mineral logam khususnya mineral pembawa emas (unsur Au).

Proses konsentrasi antara magma dengan batuan dinding ini dinamakan proses hidrotermal. Larutan hidrotermal terbentuk pada fase akhir dari siklus pembekuan magma dan umumnya terakumulasi pada zona lemah yang membentuk urat-urat hidrotermal atau tersebar pada batuan.

*larutan hidrotermal : cairan Dengan temperature tinggi (100-500°C) sisa pendinginan magma yang mampu mengubah dan membentuk mineral-mineral tertentu.

2.     ENDAPAN EMAS SEKUNDER (Placer)

Endapan emas sekunder adalah deposit atau manifestasi emas akibat dari proses oksidasi dan sirkulasi air yang terjadi pada endapan emas primer yang sudah mengalami proses pelapukan,erosi, transportasi dan sedimentasi. Proses tersebut dapat menyebabkan terlepasnya mineral emas dan terendapkan kembali pada rongga-rongga batuan atau pori batuan.

OXIDIZED INTRUSION-RELATED : Porfiri, VHMS,Skarn

REDUCED INTRUSION-RELATED

OROGENIC : Orogenic Deposit (magma asam)

ENDAPAN EMAS PRIMER:

1A1.Endapan Hidrotermal

Dapat digolongkan dalam tipe mineralogi maupun cara terjadinya yang menunjukan kondisi asal berbeda (Lindgren,W. 1933), yaitu :

1A1A. Endapan Hipotermal

Terbentuk pada suhu yang cukup tinggi (300-500oC) baisanya pada kedalaman yang cukup dalam pada kerak bumi. Ciri-ciri endapan hipotermal ini adalah vein-vein tin(kasiterit),tungsten (skelit dan wolframit), serta molibdenit. Kuarsa merupakan mineral gangue yang utama, dan tidak jarang disertai turmalin, topas dan silikat lainnya.

                    1A1A1. Endapan Porfiri

            Endapan porfiri adalah endapan mineral yang terjadi akibat suatu intrusi yang bersifat intermediet-asam, yang kemudian terjadi kontak dengan batuan samping yang mengakibatkan terjadinya mineralisasi. Porfiri bersifat epigenetic, produk utama dari porfiri adalah Cu-Au atau Cu-Mo. Endapan porfiri adalah endapan penghasil tembaga (Cu) terbesar, lebih dari 50%. Endapan porfiri umumnya terbentuk pada jalur orogenic, contohnya pada endapan ini di Indonesia terdapat di Grassberg, Selogiri-Wonosari. Jalur orogenic atau orogen merupakan jalur tempat terjadinya konsentrasi deformasi mekanik atau aktifitas thermal. Jalur ini merupakan rangkaian struktur regional utama, yang mencerminkan distorsi secara sistematik dari kerak bumi, dimana struktur tersebut ditemukan. Jalur orogen merupakan produk dari pergeseran lempeng lithosfer, yang terbentuk sepanjang tepian lempeng.

1A1B.Endapan Mesotermal,

Terbentuk pada suhu sedang (200-300oC). Endapan mesotermal pada umumnya membawa sulfida dari besi, timbal, zinc dan tembaga, dengan mineral gangue umumnya kuarsa atau karbonat seperti, kalsit, rodokrosit atau siderite. Banyak urat pembawa emas (gold-bearing vein) yang merupakan endapan mesothermal.

1A1C.Endapan Epithermal,

Terbentuk pada suhu yang rendah (50-200oC). Endapan epithermal merupakan penghasil utama dari antimonit (stibnite),merkuri(sinabar),perak(native silver dan silver fluida), dan emas. Mineral gangue meliputi kuarsa (sering dalam bentuk kalsedonit), opal, kalsit, aragonite, dolomit, flourit dan barit. Ketiga tipe tersebut diatas bertingkat-tingkat, dan batas diantaranya merupakan batas yang kabur, namun dapat dibedakan berdasarkan mineralogi dan lingkungan geologinya.

Gambar ilustrasi yang menggambarkan lingkungan terbentuknya endapan epithermal high sulfidation dan low sulfidation ( Hedenquist dkk, 1996,2000)


1.     Epitermal LS

Sistem epitermal sulfida rendah terbentuk dalam suatu sistem geotermal yang memiliki pH cenderung netral. Tatanan tektonik dari endapan epitermal sulfida rendah umumnya terdapat pada volcanic island, busur magmatik pada batas lempeng dan continental volcanic dengan regime struktur extensional dan strike-slip. Kedalaman zona endapan atau formasi batuan sekitar 0-1000 meter dengan temperatur formasi 50-3000C. Sistem epitermal sulfida rendah dicirikan dengan mineral alterasi kuarsa-adularia-sericite-calcite pada lingkungan sulfur rendah dan biasanya perbandingan emas dan perak relatif tinggi. Adularia merupakan mineral khas hasil alterasi yang hanya dijumpai pada tipe sulfida rendah. Endapan bijih epitermal sulfida rendah sebagian besar mempunyai jenis mineralisasi berupa vein atau stockwork yang sifatnya berasosiasi dengan chalcedonic silika dengan atau tanpa adularia . Batuan dinding yang dijumpai pada tipe ini umumnya berupa batuan kal-alkali atau andesitic kal-alkali kalsit, rhyolite, dacite dan rhyodacite.

Gambar model konseptual endapan epitermal sulfida rendah

   2. Epithermal HS

Sistem epitermal sulfida tinggi terbentuk dalam suatu sistem magmatic hydrothermal yang didominasi oleh fluida hidrotermal asam. Mineralisasi pada sistem ini dijumpai dalam bentuk vugy quartz dengan kontrol struktur berupa sesar secara regional atau intrusi subvolcanic. Kedalaman formasi batuan sekitar 500-2000 meter dengan temperatur 100-320°C. Sistem epitermal sulfida tinggi dicirikan dengan hadirnya mineral alterasi kuarsa alunite-pyrophyllite-dickite-illite-kaolinite serta mineral bijih berupa pirit, enargite-luzonite.

1D. Skarn

Endapan Skarn adalah endapan mineral yang tebentuk karena magmatisme atau larutan hydrothermal yang kontak dengan batuan karbonat (CaCO3)


https://repo.itera.ac.id/assets/file_upload/SB2009140114/12116018_4_142346.pdf

https://digilib.itb.ac.id/assets/files/disk1/437/jbptitbpp-gdl-kevinmartu-21817-4-2010ta-3.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan kebutuhan alat berat penambangan batubara

  Dalam project penambangan terdapat beberapa point penting yang harus dianggarkan demi tercapainya target produksi. Point point penting adalah sebagai berikut : 1.        Fuel Cost 2.        Rent Cost 3.        Remuneration/salary 4.        Meals 5.        Consumable and Safety Fuel cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membisayai penggunaan fuel alat-alat operasional, seperti excavator, Dump truck, grader,dozer,Light vehicle (LV), genset dll. Sedangkan Rent cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membiayai biaya sewa alat-alat opersasional tersebut diatas, mau kita sewa ataupun milik pribadi tetap dianggarkan biaya pemakaian alat tersebut. Remuneration atau lebih dikenal dengan istilah gaji karyawan adalah budget bulanan untuk membayar kerja karyawan, biasanya...

Karakteristik Cekungan Salawati

KARAKTERISTIK CEKUNGAN SALAWATI DARI TATANAN TEKTONIK DAN HUBUNGANYA DENGAN PETROLEUM SYSTEM Agus Sabar Sabdono 21100112130051 soebaragoes@yahoo.com Teknik Geologi Universitas Diponegoro ABSTRAK Cekungan Salawati adalah cekungan migas yang berada di papua. Batuan sumber daerah Cekungan Salawati berasal dari batu lempung dan serpih Formasi Klasafet, batu gamping pada Formasi Kais dan batu lempung dan serpih pada Formasi Klasaman awal. Formasi yang diperhitungkan akan menghasilkan hidrokarbon adalah Formasi Kais. Jebakan hidrokarbon di Cekungan Salawati terdapat di Formasi Kais berupa kompleks terumbu karbonat dan karbonat paparan yang tersesarkan. Jebakan dalam jumlah yang lebih kecil ada di Formasi Klasafet dan Klasaman. Batuan penutup (seal rock) berupa serpih karbonat dari formasi Klasafet dan batu gamping kristalin Formasi Kais. Batuan yang menjadi overburden adalah batuan gamping (limestone) pada Formasi Kais, dan clay pada Formasi Klasafet, Klasaman dan Sele. Ka...

Formasi Tanjung (Tet), Formasi Puruk Cahu (Tomc), Formasi Pamaluan (Tomp), dan Formasi Gunung Api Malasan (Tomv)

  ANALYSIS ROCK FORMATION Source:   Mineral dan Batubara (esdm.go.id) 1.         Formasi Tanjung (Tet) Formasi ini berumur eosen, didalam peta ditunjukan dengan warna kuning, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori CV gar > 5000 kalori, dengan litologi batuan berupa batulempung, batupasir, Batubara dengan dominasi batulempung yang relative tebal. Batubara pada formasi ini termasuk medium kalori dengan multi seam. 2.        Formasi Puruk Cahu (Tomc) Formasi ini berumur oligosen-miosen, pada peta ditunjukan dengan warna hijau tua, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori gar > 5000 kalori dengan seam Batubara yang bervarasi antara 0.5m- 4 m didominasi perselingan batulempung dan batubasir. Batubara pada formasi ini termasuk Batubara medium kalori dengan multi seam, dan berumur lebih muda jika dibandingkan dengan Formasi Tanjung. 3.        Formasi Pamaluan (To...