Pada endapan emas orogenik pada umumnya terbentuk di fasies prehnite pumpellyte-sekis hijau-amphibolite dan granulite bawah, paling banyak dijumpai di fasies sekis hijau. Endapan emas orogenik terbentuk pada batuan induk (host rock) berupa batuan metamorf atau batuan metasedimen yang dihasilkan dari proses metamorfisme. Stuwee (1998) dalam Groves drr (2023) menyatakan bahwa batuan induk dari endapan emas orogenik biasanya mengalami proses metamorfisme regional dan membentuk batuan metamorf fasies sekis hijau hingga fasies amphibolite-bawah. Gebre-Mariam drr (1995) menyatakan bahwa endapan emas orogenk pada batuan metamorf terbentuk pada fasies prehnit-pumpelit, fasies sekis hijau, fasies amphibolit dan fasies granulit-bawah.
Yardley (1989) dan Winter (2001) mengelompokkan fasies metamorfik menjadi empat kelompok yaitu :
1. Fasies tekanan sedang dan temperatur sedang-tinggi.
sebagian besar batuan metamorf yang tersingkap ke permukaan merupakan metamrfisem fasies sekis hijau,amphibolit, atau granulit.
2. Fasies derajat rendah
fasies ini umumnya batuan sulit untuk mengalami rekristalisasi pada tekanan rendah dan kumpulan mineral dengan kesetimbangan yang sama sulit untuk berkembang. Fasies zeolit dan prehnit-pumpelit berkembang pada batuan induk dengan kondisi belum matang dan terkena metamorfisme burial, dimana gradien geothermal tinggi dan fluida hidrous melimpah.
3. Fasies metamorfisme kontak
pada tekanan rendah dan temperatur tinggi, metamorphic aueoles dapat dihasilkan, meskipun hal ini sering tumpang tindih dan gradasi yang cukup besar dengan fasies hornfels albit-epidot, fasies hornfels hornblende dan fasies hornfels piroksen, serta fasies sekis hijau, amfibolit dan granulit. misalnya pada pelites yang terbentuk pada tekanan rendah ini, garnet jenis almandin tidak hadir dan fase Al2SiO5 biasanya berupa andalusit.
4.Fasies tekanan tinggi
Fasies sekis biru dan eklogit berkembang pada fase volume molar rendah dan berada di bawah kondisi tekanan tinggi. Fasies sekis biru tekanan rendah biasanya terdapat pada daerah dengan gradien T/P rendah, misal berkembang pada zona subduksi. Fasies eklogit terdapat pada zona subduksi karena relatif stabil pada kondisi geotermal normal, selain itu berkembang pada kerak bagian dalam atau mantel( dapur magma dan dike atau pada proses magmatik kerak bagian bawah lempeng).
Idrus Arifin, Ernowo.2020. Emas Orogenik 'Target Baru Eksplorasi Emas di Indonesia'.Bandung. Badan Geologi
Komentar
Posting Komentar