Langsung ke konten utama

Bandung Part 2

Waktu di Puncak Bogor, aku bilang ke istriku, “Nanti saja ya berhentinya.” Nanggung, tadi baru aja berhenti. Perjalanan terus berlanjut hingga sampai di SPBU sebelum masuk Kota Cianjur. Kami berhenti di sana selama kurang lebih 30 menit. Istriku ke toilet sekalian salat Dzuhur, sedangkan aku duduk di depan outlet SPBU bersama Zahra yang sedang asyik bermain kucing. Sesekali dia minta sisa snack yang kami beli di SPBU Padjadjaran untuk diberikan kepada kucing yang kami temui di pelataran SPBU. Sambil sesekali aku menegurnya untuk tidak terlalu keluar dari area teras outlet.

Setelah istriku selesai sholat, kami istirahat sebentar di sini. Setelah semuanya terasa cukup, kami pun melanjutkan perjalanan. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari SPBU ini, kami sampai di kota Cianjur dan memutuskan untuk makan di daerah ini. Akhirnya, tanpa sengaja kami menemukan rumah makan yang ramai dan tempatnya bagus. Rasanya kami perlu mencobanya.


Resto Alam Sunda

Rumah makan ini bernama ‘Alam Sunda’. Halaman parkiran-nya sangat luas, begitu juga dengan area utama restonya, meja besar dan panjang yang terbuat dari kayu jati yang sudah dipernis, begitu juga dengan kursinya. Ada juga ruangan yang lesehan. Aku memilih ruangan yang duduk dengan kursi panjang. Makanan disini disajikan secara prasmanan dan pembayaran-nya belakangan setelah makan.

Pesanan Kami

Istriku mengambil gurame goreng,sayur asam,ca kangkung, dan nasi sebakul yang langsung dihidangkan oleh pelayan beserta lalapan . Aku memesan air kelapa murni batokan dan istriku meminta es batu untuk ditambahkan pada teh yang sudah disediakan di meja. Sepertinya teh di meja memang sengaja diberikan gratis. Ketika petugas datang mendata hidangan yang kami pesan, petugas tidak menambahkan teh manis yang ada di meja, dan memang kami tidak memesan teh. Setelah petugas selesai mendata pesanan kami, ia pun menyerahkan menu yang sudah dia ceklis untuk nanti aku bawa ke kasir saat pembayaran.

Kami makan di sana habis Rp120.000, terbilang worth it untuk menu yang kami ambil dan tempat yang disediakan berasa lega juga bersih. Aku merekomendasikan jika kamu sedang berada di Kota Cianjur untuk mencoba mampir ke Restoran Alam Sunda. Setelah selesai membayar, kami pun melanjutkan perjalanan. Perjalanan selanjutnya adalah Padalarang dan Cimahi sebelum sampai ke kota tujuan akhir, Kota Bandung. Selama kurang lebih 2 jam perjalanan dari  Cianjur, kami singgah sebentar di SPBU Padalarang, tepat berada di sebelah kanan sebelum tikungan. Kami istirahat di sana selama kurang lebih 30 menit sebelum kami melanjutkan perjalanan kembali.

Perjalanan dari Padalarang ke Cimahi terasa berat, dengan jalan yang berlubang, banyak tikungan,medan yang menanjak, dan saat itu sedang macet. Banyak truk dan minibus yang terjebak kemacetan. Perjalanan harus lebih fokus dan berhati-hati karena jalanan basah sehabis diguyur hujan. Masih 60 km untuk sampai di Kota Bandung. Motor harus menyelip kanan-kiri dan lebih sering menggunakan bahu jalan tambahan di sebelah kiri, sambil mencari jalan yang bisa dilalui saat stuck di bahu jalan sebelah kiri. Sampailah kami di Kota Cimahi. Jalanan sudah lebih baik, namun masih macet.

Pemandangan dari teras lantai 5 hotel (pagi hari)

Perjalanan tinggal 15 menit lagi untuk sampai di pusat Kota Bandung. Tujuan kami ada di sekitar Gedung Sate. Tempat penginapan yang cukup murah namun lumayan bagus terbilang worth it untuk trip kami kali ini. Reedoorz Gedung Sate 2, kami sampai di depan penginapan sekitar sehabis magrib dan aku langsung memesan kamar untuk menginap malam ini. Akhirnya kami dapat kamar di lantai paling atas, lantai 5, kamar No.512. Sebenarnya aku tidak menyukai wallpaper dindingnya. Terkesan klasik yang berlebihan dan motifnya sudah jadul. Aku lebih suka yang polos. Kami lanjut mandi, sembari mempersiapkan pakaian untuk acara besok pagi.

Next….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan kebutuhan alat berat penambangan batubara

  Dalam project penambangan terdapat beberapa point penting yang harus dianggarkan demi tercapainya target produksi. Point point penting adalah sebagai berikut : 1.        Fuel Cost 2.        Rent Cost 3.        Remuneration/salary 4.        Meals 5.        Consumable and Safety Fuel cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membisayai penggunaan fuel alat-alat operasional, seperti excavator, Dump truck, grader,dozer,Light vehicle (LV), genset dll. Sedangkan Rent cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membiayai biaya sewa alat-alat opersasional tersebut diatas, mau kita sewa ataupun milik pribadi tetap dianggarkan biaya pemakaian alat tersebut. Remuneration atau lebih dikenal dengan istilah gaji karyawan adalah budget bulanan untuk membayar kerja karyawan, biasanya...

Karakteristik Cekungan Salawati

KARAKTERISTIK CEKUNGAN SALAWATI DARI TATANAN TEKTONIK DAN HUBUNGANYA DENGAN PETROLEUM SYSTEM Agus Sabar Sabdono 21100112130051 soebaragoes@yahoo.com Teknik Geologi Universitas Diponegoro ABSTRAK Cekungan Salawati adalah cekungan migas yang berada di papua. Batuan sumber daerah Cekungan Salawati berasal dari batu lempung dan serpih Formasi Klasafet, batu gamping pada Formasi Kais dan batu lempung dan serpih pada Formasi Klasaman awal. Formasi yang diperhitungkan akan menghasilkan hidrokarbon adalah Formasi Kais. Jebakan hidrokarbon di Cekungan Salawati terdapat di Formasi Kais berupa kompleks terumbu karbonat dan karbonat paparan yang tersesarkan. Jebakan dalam jumlah yang lebih kecil ada di Formasi Klasafet dan Klasaman. Batuan penutup (seal rock) berupa serpih karbonat dari formasi Klasafet dan batu gamping kristalin Formasi Kais. Batuan yang menjadi overburden adalah batuan gamping (limestone) pada Formasi Kais, dan clay pada Formasi Klasafet, Klasaman dan Sele. Ka...

Formasi Tanjung (Tet), Formasi Puruk Cahu (Tomc), Formasi Pamaluan (Tomp), dan Formasi Gunung Api Malasan (Tomv)

  ANALYSIS ROCK FORMATION Source:   Mineral dan Batubara (esdm.go.id) 1.         Formasi Tanjung (Tet) Formasi ini berumur eosen, didalam peta ditunjukan dengan warna kuning, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori CV gar > 5000 kalori, dengan litologi batuan berupa batulempung, batupasir, Batubara dengan dominasi batulempung yang relative tebal. Batubara pada formasi ini termasuk medium kalori dengan multi seam. 2.        Formasi Puruk Cahu (Tomc) Formasi ini berumur oligosen-miosen, pada peta ditunjukan dengan warna hijau tua, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori gar > 5000 kalori dengan seam Batubara yang bervarasi antara 0.5m- 4 m didominasi perselingan batulempung dan batubasir. Batubara pada formasi ini termasuk Batubara medium kalori dengan multi seam, dan berumur lebih muda jika dibandingkan dengan Formasi Tanjung. 3.        Formasi Pamaluan (To...