Langsung ke konten utama

apakah mungkin suatu saprolit dengan kadar assay Ni kurang dari 1

 


Sangat mungkin. Saprolit dengan kadar assay Ni (Nickel) < 1,00% merupakan kondisi yang wajar dijumpai pada endapan nikel laterit. Zona saprolit tidak selalu memiliki kadar Ni tinggi karena kadar tersebut dipengaruhi oleh batuan induk, tingkat pelapukan, mobilisasi unsur selama proses lateritisasi, serta mineral pembawa nikel.

Namun, dalam pemodelan geologi dan estimasi sumber daya, perlu dipastikan apakah material tersebut benar-benar saprolit secara geologi atau sebenarnya zona transisi maupun limonit bawah.

1. Mengapa saprolit bisa memiliki kadar Ni di bawah 1%?

Laterite

A. Karakteristik batuan induk

Batuan ultramafik, seperti harzburgit dan dunit, memiliki kandungan Ni awal yang bervariasi. Komposisi batuan induk dan mineral primer yang mengandung Ni memengaruhi kadar Ni pada saprolit hasil pelapukan.

NIkel Laterit | Petualang Malam

B. Pengayaan nikel tidak merata

Selama lateritisasi, Ni dapat tercuci dari zona tertentu dan terakumulasi di zona lain. Akibatnya, saprolit dapat memiliki kadar rendah meskipun berada di bawah zona limonit.

MINERALOGI, GEOKIMIA DAN SIFAT LEACHING PADA ENDAPAN LATERIT NIKEL SOROAKO, SULAWESI SELATAN, INDONESIA

C. Kandungan mineral pembawa Ni rendah

Saprolit yang didominasi mineral serpentin dengan kandungan Ni relatif rendah, atau memiliki sedikit mineral silikat pembawa Ni seperti garnierit, dapat menghasilkan assay Ni di bawah 1%.

2. Apakah kadar Ni dapat digunakan untuk menentukan zona saprolit?

Tidak secara langsung. Batas zona limonit, transisi, dan saprolit sebaiknya ditentukan berdasarkan gabungan karakteristik geologi, mineralogi, dan data assay, bukan berdasarkan kadar Ni saja.

Sebagai gambaran awal, berikut contoh rentang kadar yang mungkin ditemukan pada profil laterit. Ini bukan batas baku universal.

Zona laterit  Gambaran kadar Ni yang mungkin dijumpai  Karakteristik umum:

Limonit  0,8–1,5% atau lebih, Kaya oksida/hidroksida Fe, umumnya berwarna merah-cokelat atau  kuning

Transisi  0,8–1,5% atau lebih, Perubahan sifat limonitik ke saprolitik

Saprolit  0,8–2,0% atau lebih, Tekstur batuan induk mulai terawetkan, mineral silikat Mg dominan 



pada awal lubang, Ni sebesar 1,13% dan 1,01%, kemudian turun menjadi 0,77% dan selanjutnya 0,17–0,39%. Pada saat yang sama, MgO meningkat dari 9,98% menjadi sekitar 37–42%, sedangkan Fe menurun dari 26,5% menjadi sekitar 5,8–8,6%. Pola ini mengindikasikan perubahan geokimia yang kuat menuju material kaya Mg dan silikat, yang lebih konsisten dengan saprolit hingga batuan ultramafik relatif segar daripada limonit.

Namun, untuk membedakan saprolit dari bedrock secara meyakinkan, kita juga memerlukan deskripsi core atau logging geologi. Assay saja tidak selalu dapat menentukan batas kedua zona tersebut.

Sample ID

Ni (%)

Fe (%)

MgO (%)

Kategori sementara

Justifikasi

OKI- 000001

1.13

26.50

9.98

Limonit / transisi

Fe tinggi dan MgO relatif rendah; mengindikasikan material limonitik atau zona transisi atas.

OKI- 000002

1.01

9.80

35.48

Saprolit atas / transisi

MgO tinggi dan Fe menurun tajam; menunjukkan peralihan menuju material saprolitik.

OKI- 000003

0.77

8.49

36.91

Saprolit

MgO tinggi, Fe rendah, dan Ni masih cukup signifikan; konsisten dengan material saprolitik.

OKI - 000004

0.39

7.56

41.76

Saprolit

MgO sangat tinggi dan Fe rendah; material kaya silikat Mg, tetapi kadar Ni rendah.

OKI - 000005

0.26

6.83

42.18

Saprolit

MgO tinggi, Fe rendah, dan Ni rendah; saprolit berkadar rendah masih mungkin.

OKI - 000006

0.34

8.60

37.70

Saprolit

Geokimia didominasi MgO tinggi dengan Fe relatif rendah; indikasi material saprolitik.

OKI - 000007

0.19

6.25

40.84

Saprolit / bedrock

Ni sangat rendah dan MgO tinggi; perlu pemeriksaan tekstur batuan untuk membedakan saprolit dari bedrock.

OKI - 000008

0.18

5.77

42.16

Saprolit / bedrock

Fe sangat rendah dan MgO tinggi; dapat menunjukkan saprolit bawah atau batuan ultramafik terserpentinisasi.

OKI - 000009

0.19

5.79

42.36

Saprolit / bedrock

Pola geokimia menyerupai sampel sebelumnya; batas bedrock belum dapat dipastikan dari assay.

OKI - 000010

0.19

6.16

42.28

Saprolit / bedrock

MgO dan SiO₂ relatif stabil, Fe rendah; perlu konfirmasi logging geologi.

OKI - 000011

0.20

6.24

42.22

Saprolit / bedrock

Geokimia relatif homogen dengan Ni rendah; kemungkinan saprolit bawah atau batuan induk lapuk lemah.

OKI - 000012

0.17

5.83

41.54

Saprolit / bedrock

Ni rendah, Fe rendah, dan MgO tinggi; bedrock mungkin, tetapi belum terbukti.

OKI - 000013

0.17

5.98

41.47

Saprolit / bedrock

Pola geokimia hampir sama dengan sampel di atasnya; indikasi material kaya Mg dengan kadar Ni rendah.


Interpretasi geologi lubang bor

DALAM MENENTUKAN APAKAH MASUK LIMONIT / SAPROLIT/ ROCKY SAPROLIT/BEDROCK, HARUS MELIHAT DARI HASIL CORING NYA. TIDAK BISA HANYA SERTA MERTA DARI DATA ASSAY. 

BENTUK FISIK SANGAT MENENTUKAN KATEGORI SEBELUM KELUAR HASIL ASSAY,

SECARA TEORI, PENENTUAN ZONA DAPAT DILIHAT DARI KADAR Ni, Fe, MgO

LIMONIT 0,8-1,5% Ni, Kadar Fe tinggi, MgO Redah

SAPROLIT 0,8-2% Ni, Kadar Fe rendah, MgO Tinggi

ROCKY SAPROLIT ( SEPERTI SAPROLIT) namun masih berbentuk batuan

BEDROCK <0.8 % Ni, Kadar Fe rendah, MgO tinggi (berbentuk batuan)

Apakah sampel OKI-000007 sampai OKI-000013 sudah bisa disebut bedrock?

Belum. Ada dua kemungkinan:

  1. Saprolit bawah: tekstur batuan induk masih terawetkan, batuan rapuh atau mudah diremas, dan mineral sekunder hasil pelapukan masih dominan.
  2. Bedrock ultramafik: batuan relatif kompak, tekstur dan struktur batuan primer masih jelas, serta tingkat pelapukan lebih rendah.

Kadar Ni yang rendah tidak otomatis berarti bedrock. Sebaliknya, MgO yang tinggi juga tidak cukup untuk memastikan bahwa material merupakan saprolit.



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan kebutuhan alat berat penambangan batubara

  Dalam project penambangan terdapat beberapa point penting yang harus dianggarkan demi tercapainya target produksi. Point point penting adalah sebagai berikut : 1.        Fuel Cost 2.        Rent Cost 3.        Remuneration/salary 4.        Meals 5.        Consumable and Safety Fuel cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membisayai penggunaan fuel alat-alat operasional, seperti excavator, Dump truck, grader,dozer,Light vehicle (LV), genset dll. Sedangkan Rent cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membiayai biaya sewa alat-alat opersasional tersebut diatas, mau kita sewa ataupun milik pribadi tetap dianggarkan biaya pemakaian alat tersebut. Remuneration atau lebih dikenal dengan istilah gaji karyawan adalah budget bulanan untuk membayar kerja karyawan, biasanya...

TIPE ENDAPAN EMAS

  TIPE-TIPE ENDAPAN EMAS Gambar distribusi emas dan tipe genetik dari prosentase jumlah total yang sudah di produksi, sumberdaya dan cadangan. (Frimmel, 2008) Berdasarkan genesa atau proses terbentuknya: 1.       1.  ENDAPAN EMAS PRIMER Endapan emas primer adalah   deposit atau manifestasi emas akibat dari proses magmatisme . Proses magmatisme ini menghasilkan konsentrasi kejenuhan magma yang bercampur dengan batuan dinding pada penurunan suhu tertentu sehingga manghasilkan mineral-mineral logam khususnya mineral pembawa emas (unsur Au). Proses konsentrasi antara magma dengan batuan dinding ini dinamakan proses hidrotermal. Larutan hidrotermal terbentuk pada fase akhir dari siklus pembekuan magma dan umumnya terakumulasi pada zona lemah yang membentuk urat-urat hidrotermal atau tersebar pada batuan. *larutan hidrotermal : cairan Dengan temperature tinggi (100-500 ° C) sisa pendinginan magma yang mampu mengubah dan membentuk mineral-mineral terten...

Formasi Tanjung (Tet), Formasi Puruk Cahu (Tomc), Formasi Pamaluan (Tomp), dan Formasi Gunung Api Malasan (Tomv)

  ANALYSIS ROCK FORMATION Source:   Mineral dan Batubara (esdm.go.id) 1.         Formasi Tanjung (Tet) Formasi ini berumur eosen, didalam peta ditunjukan dengan warna kuning, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori CV gar > 5000 kalori, dengan litologi batuan berupa batulempung, batupasir, Batubara dengan dominasi batulempung yang relative tebal. Batubara pada formasi ini termasuk medium kalori dengan multi seam. 2.        Formasi Puruk Cahu (Tomc) Formasi ini berumur oligosen-miosen, pada peta ditunjukan dengan warna hijau tua, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori gar > 5000 kalori dengan seam Batubara yang bervarasi antara 0.5m- 4 m didominasi perselingan batulempung dan batubasir. Batubara pada formasi ini termasuk Batubara medium kalori dengan multi seam, dan berumur lebih muda jika dibandingkan dengan Formasi Tanjung. 3.        Formasi Pamaluan (To...