Sangat mungkin. Saprolit dengan kadar assay Ni (Nickel)
< 1,00% merupakan kondisi yang wajar dijumpai pada endapan nikel laterit.
Zona saprolit tidak selalu memiliki kadar Ni tinggi karena kadar tersebut
dipengaruhi oleh batuan induk, tingkat pelapukan, mobilisasi unsur selama
proses lateritisasi, serta mineral pembawa nikel.
Namun, dalam pemodelan geologi dan estimasi sumber daya,
perlu dipastikan apakah material tersebut benar-benar saprolit secara geologi
atau sebenarnya zona transisi maupun limonit bawah.
1. Mengapa saprolit bisa memiliki kadar Ni di bawah 1%?

A. Karakteristik batuan induk
Batuan ultramafik, seperti harzburgit dan dunit, memiliki
kandungan Ni awal yang bervariasi. Komposisi batuan induk dan mineral primer
yang mengandung Ni memengaruhi kadar Ni pada saprolit hasil pelapukan.

B. Pengayaan nikel tidak merata
Selama lateritisasi, Ni dapat tercuci dari zona tertentu dan
terakumulasi di zona lain. Akibatnya, saprolit dapat memiliki kadar rendah
meskipun berada di bawah zona limonit.

C. Kandungan mineral pembawa Ni rendah
Saprolit yang didominasi mineral serpentin dengan kandungan
Ni relatif rendah, atau memiliki sedikit mineral silikat pembawa Ni seperti
garnierit, dapat menghasilkan assay Ni di bawah 1%.
2. Apakah kadar Ni dapat digunakan untuk menentukan zona
saprolit?
Tidak secara langsung. Batas zona limonit, transisi, dan
saprolit sebaiknya ditentukan berdasarkan gabungan karakteristik geologi,
mineralogi, dan data assay, bukan berdasarkan kadar Ni saja.
Sebagai gambaran awal, berikut contoh rentang kadar yang
mungkin ditemukan pada profil laterit. Ini bukan batas baku universal.
Zona laterit Gambaran kadar Ni yang mungkin dijumpai Karakteristik umum:
Limonit 0,8–1,5% atau lebih, Kaya oksida/hidroksida Fe, umumnya berwarna merah-cokelat atau kuning
Transisi 0,8–1,5% atau lebih, Perubahan sifat limonitik ke saprolitik
Saprolit 0,8–2,0% atau lebih, Tekstur batuan induk mulai terawetkan, mineral silikat Mg
dominan 
pada awal lubang, Ni sebesar 1,13% dan 1,01%, kemudian turun
menjadi 0,77% dan selanjutnya 0,17–0,39%. Pada saat yang sama, MgO meningkat
dari 9,98% menjadi sekitar 37–42%, sedangkan Fe menurun dari 26,5% menjadi
sekitar 5,8–8,6%. Pola ini mengindikasikan perubahan geokimia yang kuat menuju
material kaya Mg dan silikat, yang lebih konsisten dengan saprolit hingga
batuan ultramafik relatif segar daripada limonit.
Namun, untuk membedakan saprolit dari bedrock secara
meyakinkan, kita juga memerlukan deskripsi core atau logging geologi. Assay
saja tidak selalu dapat menentukan batas kedua zona tersebut.
|
Sample ID |
Ni (%) |
Fe (%) |
MgO (%) |
Kategori sementara |
Justifikasi |
|
OKI- 000001 |
1.13 |
26.50 |
9.98 |
Limonit / transisi |
Fe tinggi dan MgO relatif rendah; mengindikasikan material
limonitik atau zona transisi atas. |
|
OKI- 000002 |
1.01 |
9.80 |
35.48 |
Saprolit atas / transisi |
MgO tinggi dan Fe menurun tajam; menunjukkan peralihan
menuju material saprolitik. |
|
OKI- 000003 |
0.77 |
8.49 |
36.91 |
Saprolit |
MgO tinggi, Fe rendah, dan Ni masih cukup signifikan;
konsisten dengan material saprolitik. |
|
OKI - 000004 |
0.39 |
7.56 |
41.76 |
Saprolit |
MgO sangat tinggi dan Fe rendah; material kaya silikat Mg,
tetapi kadar Ni rendah. |
|
OKI - 000005 |
0.26 |
6.83 |
42.18 |
Saprolit |
MgO tinggi, Fe rendah, dan Ni rendah; saprolit berkadar
rendah masih mungkin. |
|
OKI - 000006 |
0.34 |
8.60 |
37.70 |
Saprolit |
Geokimia didominasi MgO tinggi dengan Fe relatif rendah;
indikasi material saprolitik. |
|
OKI - 000007 |
0.19 |
6.25 |
40.84 |
Saprolit / bedrock |
Ni sangat rendah dan MgO tinggi; perlu pemeriksaan tekstur
batuan untuk membedakan saprolit dari bedrock. |
|
OKI - 000008 |
0.18 |
5.77 |
42.16 |
Saprolit / bedrock |
Fe sangat rendah dan MgO tinggi; dapat menunjukkan
saprolit bawah atau batuan ultramafik terserpentinisasi. |
|
OKI - 000009 |
0.19 |
5.79 |
42.36 |
Saprolit / bedrock |
Pola geokimia menyerupai sampel sebelumnya; batas bedrock
belum dapat dipastikan dari assay. |
|
OKI - 000010 |
0.19 |
6.16 |
42.28 |
Saprolit / bedrock |
MgO dan SiO₂ relatif stabil, Fe rendah; perlu konfirmasi
logging geologi. |
|
OKI - 000011 |
0.20 |
6.24 |
42.22 |
Saprolit / bedrock |
Geokimia relatif homogen dengan Ni rendah; kemungkinan
saprolit bawah atau batuan induk lapuk lemah. |
|
OKI - 000012 |
0.17 |
5.83 |
41.54 |
Saprolit / bedrock |
Ni rendah, Fe rendah, dan MgO tinggi; bedrock mungkin,
tetapi belum terbukti. |
|
OKI - 000013 |
0.17 |
5.98 |
41.47 |
Saprolit / bedrock |
Pola geokimia hampir sama dengan sampel di atasnya;
indikasi material kaya Mg dengan kadar Ni rendah. |
Interpretasi geologi lubang bor
DALAM MENENTUKAN APAKAH MASUK LIMONIT / SAPROLIT/ ROCKY SAPROLIT/BEDROCK, HARUS MELIHAT DARI HASIL CORING NYA. TIDAK BISA HANYA SERTA MERTA DARI DATA ASSAY.
BENTUK FISIK SANGAT MENENTUKAN KATEGORI SEBELUM KELUAR HASIL ASSAY,
SECARA TEORI, PENENTUAN ZONA DAPAT DILIHAT DARI KADAR Ni, Fe, MgO
LIMONIT 0,8-1,5% Ni, Kadar Fe tinggi, MgO Redah
SAPROLIT 0,8-2% Ni, Kadar Fe rendah, MgO Tinggi
ROCKY SAPROLIT ( SEPERTI SAPROLIT) namun masih berbentuk batuan
BEDROCK <0.8 % Ni, Kadar Fe rendah, MgO tinggi (berbentuk batuan)
Apakah sampel OKI-000007 sampai OKI-000013 sudah bisa
disebut bedrock?
Belum. Ada dua kemungkinan:
- Saprolit
bawah: tekstur batuan induk masih terawetkan, batuan rapuh atau mudah
diremas, dan mineral sekunder hasil pelapukan masih dominan.
- Bedrock
ultramafik: batuan relatif kompak, tekstur dan struktur batuan primer
masih jelas, serta tingkat pelapukan lebih rendah.
Kadar Ni yang rendah tidak otomatis berarti bedrock.
Sebaliknya, MgO yang tinggi juga tidak cukup untuk memastikan bahwa material
merupakan saprolit.
Komentar
Posting Komentar