Langsung ke konten utama

TARGET EKPLORASI EMAS " METAMORPHIC HOST DEPOSIT"

MINERALISASI EMAS PADA BATUAN METAMORF DI BOMBANA, SULAWESI TENGGARA : TARGET BARU EKSPLORASI DI INDONESIA

 


Penelitian ini didasarkan pada temuan emas placer di bombana, endapan emas placer ini tidak berkaitan dengan sistem batuan gungung api.emas placer berasal dari vein kuarsa dari formasi pompangeo  metamorphic complex (PMC).  Mineral pyrite, chalcopyrite, cinnabar, stibnite dan tripuphyte.

Terdapat tiga tipe pembentukan vein kuarsa,

Tipe pertama : vein kuarsa sejajar atau berfoliasi dengan lapisan batuan

Tipe kedua : vein kuarsa memotong vein kuarsa yang sejajar dengan lapisan batuan

Tipe ketiga : vein kuarsa telah mengalami deformasi seperti terlipat

 

Emas teridentifikasi secara umum dalam bentuk free gold yang artinya emas tidak bercampur dengan mineral lain, atau bebas sehingga emas dapat dipisahkan secara langsung tanpa melalui proses kimiawi. Cukup sekedar dengan proses pengayakan. Secara mineralogy, emas berhubungan erat dengan cinnabar, stibnite, tripuhyite dan sedikit arsenopyrite. Sistem endapan emas secara metamorphic menjadi target baru dalam eksplorasi mineral emas di Indonesia kedepannya.

 

Butiran emas pertama kali ditemukan di aliran air Sungai Thi ite pada 2008, dan seteahnya lebih dari 20.000 penambang emas tradisional bekerja menambang di area tersebut. Sepanjang sampai Januari 2009 jumlah penambang tradisional meningkat mencapai 63.000 orang ( Surono & Tang, 2009). Emas sekunder tidak hanya ditemukan di arus Sungai yang sekarag, sebagai emas placer, namun sudah berlangsug pada Miosen-Pliocence sedimentasi dari Longkowa Formation ( Paleoplacer). Area ini dihasilkan dariformasi batuan metamorf ( Pompangeo Complex, Mptm) yang terdiri dari mica schist, quartzite, glauchophane schist dan rijang.

Penyebaran area kerja emas mengindikasikan bahwa emas placer ini tersebarkan tidak begitu jauh dari pegunungan metamorphic.

Hasil uji  3 sampel sedimen ang dianalisa, dari 18 sampel sedimen perairan (-160  mesh) dari Longkowa mengindikasikan jika emas grade nya relative lebiih rendah antara 0.0005-0.033 g/t dengan rata-rata 0.01 g/t Au ( recalculated from Prihatmoko et al, 2010)

 

                  

Dari mineralisasi emas di Wumbubangka, di sebelah utara cekungan dari pegunungan Rumbia, dari hasil petrology dapat disimpulkan bahwa sumber batuan berasal dari fasies greenschist. Tipe ini merupakan tipe fasies paling umum di dunia yakni metamorpfic host orogonenic gold deposit.

Sumber referensi : Jurnal Geo Resources “ The metamorphic rock hosted gold mineralization at bombana, southeast Sulawesi : a new exploration target in Indonesia.

Arifudin Idrus1, Fadlin2, Sukmandaru Prihatmoko3, I Wayan Warmada1, Irzal Nur4 dan Franz Michael Meyer5

1.        Departement of Geological Engineering UGM

2.        Departement of Geological  STTNAS Yogyakarta

3.        PT. AGC Indonesia (Ivanhoe Mines Ltd), Jakarta

4.        Departement of Geological Engineering, UNHAS, Makasar

5.        Departement of Mineralogy and Economic Geology, RWTH Aachen University, Germany

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan kebutuhan alat berat penambangan batubara

  Dalam project penambangan terdapat beberapa point penting yang harus dianggarkan demi tercapainya target produksi. Point point penting adalah sebagai berikut : 1.        Fuel Cost 2.        Rent Cost 3.        Remuneration/salary 4.        Meals 5.        Consumable and Safety Fuel cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membisayai penggunaan fuel alat-alat operasional, seperti excavator, Dump truck, grader,dozer,Light vehicle (LV), genset dll. Sedangkan Rent cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membiayai biaya sewa alat-alat opersasional tersebut diatas, mau kita sewa ataupun milik pribadi tetap dianggarkan biaya pemakaian alat tersebut. Remuneration atau lebih dikenal dengan istilah gaji karyawan adalah budget bulanan untuk membayar kerja karyawan, biasanya...

Formasi Tanjung (Tet), Formasi Puruk Cahu (Tomc), Formasi Pamaluan (Tomp), dan Formasi Gunung Api Malasan (Tomv)

  ANALYSIS ROCK FORMATION Source:   Mineral dan Batubara (esdm.go.id) 1.         Formasi Tanjung (Tet) Formasi ini berumur eosen, didalam peta ditunjukan dengan warna kuning, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori CV gar > 5000 kalori, dengan litologi batuan berupa batulempung, batupasir, Batubara dengan dominasi batulempung yang relative tebal. Batubara pada formasi ini termasuk medium kalori dengan multi seam. 2.        Formasi Puruk Cahu (Tomc) Formasi ini berumur oligosen-miosen, pada peta ditunjukan dengan warna hijau tua, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori gar > 5000 kalori dengan seam Batubara yang bervarasi antara 0.5m- 4 m didominasi perselingan batulempung dan batubasir. Batubara pada formasi ini termasuk Batubara medium kalori dengan multi seam, dan berumur lebih muda jika dibandingkan dengan Formasi Tanjung. 3.        Formasi Pamaluan (To...

REKOMENDASI PENDIRIAN AREA IUP DI KABUPATEN KAPUAS,KALIMANTAN TENGAH

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah mewajibkan kepada pemilik IUP di Seluruh Indonesia untuk melakukan penginputan data ke dalam sistem, terkait kegiatan eksplorasi yang dilakukan. Kegiatan eksplorasi berupa eksplorasi pemboran dimasukan ke dalam data EDW (Exploration Data Warehouse) dan EMS (Exploration Management System) kedua nya memuat data terkait jumlah titik pemboran, hasil pemboran, maupun analisa kualitas dari batubaranya itu sendiri. sehingga dapat memberian gambaran mengenai kualitas batubara di sekitarnya yang berdekatan dengan IUP yang sudah ada dan melaporkan hasil eksplorasinya. Maka dari itu dimana area diantara IUP yang masih kosong atau belum ada kepemilikan IUP namun kualitas batubara di sekitarnya termasuk dalam kategori high calories,maka bisa disimpulkan bahwasanya kawasan tersebut berpotensi terdapat batubara yang high calories juga, karena penyebaran batubara mengikuti arah perlapisan batuan, yang mana arah strike menandakan arah penyebaran lapisan ...