Langsung ke konten utama

EPITHERMAL GOLD DEPOSIT

 


Gold

Epithermal Gold Deposit

Characteristic, Processes, Products, and Interpretation

 

Noel C. White

noelcwhite@hotmail.com

SEG-MGEI Workshop, Mataram, Indonesia

November 2010

Epithermal gold deposits

A very important style of gold deposit

-can be very big:

1. lihir, PNG 170 Mt @3.5g/ton Au

2. porgera, PNG 85 Mt @5.8 g/ton Au, 33g/ton Ag

 

-can be very rich:

1. cripple creek, USA 630 ton Au in veins grading 15-30 g/ton

2. Hishikari, Japan 220 ton au, Honko veins 70 g/ton Au, 49 g/ton Au

 

Ephitermal gold deposits are very important economically.

Relative amount of gold

(> 5 Moz deposits, 1997)

50% Witwatersrand

12% Epithermal

10% Porphry (+ Intrusion Hosted)

12% Sediment Hosted (Incl. 4%”carlin”)

9% greenstone lode (orogenic)

7% Other ( Fe Fm, VHMS, etc)

Arribas, 2000

 

3 Categories Epitermal Deposit Gold

1.       Low Sulfidation’

2.       Intermediete Sulfidation’

3.       High Sulfidation


Ephithermal means :

Refers at deposit low temperature

Epizonal refers to deposit at shallow depth.

 

How to regocnize epitermal deposit with 2 points:

1.       Their characteristic mineral and textures

2.       Their characteristic hydrothermal alteration mineralogy and zoning

We can inferred that they

-          Formed at low temperature

(100-320, typically 170-280°C)

-          Developed at shallow crustal levels

( typically <1 km below the water table)

 

Origins of Deposits

1.       Magmatic

2.       Magmatic-Meteoric

3.       Meteoric

 

CHARACTERISTIC TEXTURES

Neutral-pH, meteoric

Low Sulfidation

Acid-pH, magmatic

High Sulfidation

-banded veins

-brecia vein

-drusy cavites

-crustification

-latice texture

-Vuggy quartz

-Massive quartz

-Massive sulfide veins

-Crudely banded veins

 

 

White and Hedenquist, 1995












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan kebutuhan alat berat penambangan batubara

  Dalam project penambangan terdapat beberapa point penting yang harus dianggarkan demi tercapainya target produksi. Point point penting adalah sebagai berikut : 1.        Fuel Cost 2.        Rent Cost 3.        Remuneration/salary 4.        Meals 5.        Consumable and Safety Fuel cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membisayai penggunaan fuel alat-alat operasional, seperti excavator, Dump truck, grader,dozer,Light vehicle (LV), genset dll. Sedangkan Rent cost adalah budget bulanan yang wajib dikeluarkan Perusahaan untuk membiayai biaya sewa alat-alat opersasional tersebut diatas, mau kita sewa ataupun milik pribadi tetap dianggarkan biaya pemakaian alat tersebut. Remuneration atau lebih dikenal dengan istilah gaji karyawan adalah budget bulanan untuk membayar kerja karyawan, biasanya...

Formasi Tanjung (Tet), Formasi Puruk Cahu (Tomc), Formasi Pamaluan (Tomp), dan Formasi Gunung Api Malasan (Tomv)

  ANALYSIS ROCK FORMATION Source:   Mineral dan Batubara (esdm.go.id) 1.         Formasi Tanjung (Tet) Formasi ini berumur eosen, didalam peta ditunjukan dengan warna kuning, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori CV gar > 5000 kalori, dengan litologi batuan berupa batulempung, batupasir, Batubara dengan dominasi batulempung yang relative tebal. Batubara pada formasi ini termasuk medium kalori dengan multi seam. 2.        Formasi Puruk Cahu (Tomc) Formasi ini berumur oligosen-miosen, pada peta ditunjukan dengan warna hijau tua, formasi ini menghasilkan endapan Batubara dengan kalori gar > 5000 kalori dengan seam Batubara yang bervarasi antara 0.5m- 4 m didominasi perselingan batulempung dan batubasir. Batubara pada formasi ini termasuk Batubara medium kalori dengan multi seam, dan berumur lebih muda jika dibandingkan dengan Formasi Tanjung. 3.        Formasi Pamaluan (To...

REKOMENDASI PENDIRIAN AREA IUP DI KABUPATEN KAPUAS,KALIMANTAN TENGAH

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah mewajibkan kepada pemilik IUP di Seluruh Indonesia untuk melakukan penginputan data ke dalam sistem, terkait kegiatan eksplorasi yang dilakukan. Kegiatan eksplorasi berupa eksplorasi pemboran dimasukan ke dalam data EDW (Exploration Data Warehouse) dan EMS (Exploration Management System) kedua nya memuat data terkait jumlah titik pemboran, hasil pemboran, maupun analisa kualitas dari batubaranya itu sendiri. sehingga dapat memberian gambaran mengenai kualitas batubara di sekitarnya yang berdekatan dengan IUP yang sudah ada dan melaporkan hasil eksplorasinya. Maka dari itu dimana area diantara IUP yang masih kosong atau belum ada kepemilikan IUP namun kualitas batubara di sekitarnya termasuk dalam kategori high calories,maka bisa disimpulkan bahwasanya kawasan tersebut berpotensi terdapat batubara yang high calories juga, karena penyebaran batubara mengikuti arah perlapisan batuan, yang mana arah strike menandakan arah penyebaran lapisan ...